Pemerintah Suriah menyatakan optimisme baru terhadap masa depan sektor pariwisata nasional menyusul tercapainya kesepakatan antara Damaskus dan Syrian Democratic Forces (SDF). Kesepakatan tersebut dinilai mampu memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascakonflik.
Menteri Pariwisata Suriah menegaskan bahwa stabilitas merupakan prasyarat utama bagi kebangkitan sektor pariwisata. Menurutnya, selama bertahun-tahun konflik, potensi wisata Suriah terhambat bukan karena kurangnya daya tarik, melainkan akibat situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif.
Dalam pernyataannya, sang menteri menyebut bahwa sepanjang 2025 Suriah berhasil menarik sekitar 3,56 juta wisatawan. Angka ini dipandang sebagai sinyal awal kebangkitan pariwisata setelah lebih dari satu dekade terpuruk akibat perang dan sanksi ekonomi.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan Arab dan asing mengalami peningkatan signifikan sejak akhir 2024. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 80 persen, sebuah lonjakan yang jarang terjadi dalam sejarah pariwisata Suriah pascaperang.
Menurut pemerintah, tren positif ini tidak terlepas dari membaiknya situasi keamanan di sejumlah wilayah strategis. Kesepakatan dengan SDF dipandang sebagai langkah penting dalam menutup celah konflik yang selama ini menghambat mobilitas dan rasa aman wisatawan.
Wilayah timur dan timur laut Suriah selama bertahun-tahun dianggap sebagai kawasan sensitif. Dengan tercapainya kesepakatan ini, pemerintah berharap akses ke wilayah tersebut dapat dibuka secara lebih luas dan aman bagi investor serta pelaku industri pariwisata.
Menteri Pariwisata menilai bahwa stabilitas politik dan keamanan akan memberikan efek berantai bagi sektor ekonomi lainnya. Pariwisata, menurutnya, menjadi sektor yang paling cepat merespons situasi damai karena langsung melibatkan pergerakan manusia dan modal.
Ia juga menekankan bahwa Suriah memiliki kekayaan destinasi yang tidak dimiliki banyak negara lain di kawasan. Mulai dari situs sejarah peradaban kuno, kota-kota tua, hingga wisata religi, semuanya dinilai memiliki potensi besar untuk kembali menarik minat dunia.
Peningkatan jumlah wisatawan Arab disebut sebagai indikator penting. Negara-negara kawasan Timur Tengah dinilai mulai melihat Suriah sebagai destinasi yang aman dan layak dikunjungi kembali, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun ziarah keagamaan.
Sementara itu, wisatawan asing juga mulai menunjukkan minat yang lebih besar, meskipun masih terbatas. Pemerintah berharap tren ini akan terus meningkat seiring perbaikan citra Suriah di mata internasional.
Kesepakatan dengan SDF juga diharapkan mampu menciptakan kepastian hukum dan administratif bagi investor. Kepastian ini dianggap krusial untuk mendorong pembangunan hotel, infrastruktur pariwisata, serta layanan pendukung lainnya.
Menurut pemerintah, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam membuka lapangan kerja. Mulai dari perhotelan, transportasi, pemandu wisata, hingga usaha kecil dan menengah di sekitar destinasi wisata akan merasakan dampak langsung.
Pemulihan pariwisata juga dipandang sebagai cara efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal. Banyak daerah yang selama ini bergantung pada kunjungan wisatawan diharapkan dapat kembali hidup dan berkembang.
Pemerintah Suriah menyadari bahwa tantangan masih besar. Infrastruktur yang rusak akibat perang, keterbatasan investasi, serta citra negatif yang masih melekat menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.
Namun demikian, kesepakatan politik terbaru dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai fase baru. Stabilitas yang lebih luas diyakini akan membuka ruang bagi reformasi ekonomi dan promosi pariwisata secara lebih agresif.
Dalam waktu dekat, Kementerian Pariwisata berencana meningkatkan promosi destinasi unggulan Suriah di kawasan Arab. Fokus awal akan diarahkan pada wisata religi, sejarah, dan budaya yang dinilai paling siap menerima kunjungan besar.
Selain itu, pemerintah juga mendorong kerja sama dengan investor regional untuk menghidupkan kembali kawasan wisata yang lama terbengkalai. Investasi asing dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sektor ini.
Para pelaku industri pariwisata domestik menyambut baik pernyataan pemerintah. Mereka berharap stabilitas politik benar-benar terjaga agar tren peningkatan wisatawan tidak bersifat sementara.
Pengamat ekonomi menilai bahwa pariwisata bisa menjadi salah satu lokomotif pemulihan ekonomi Suriah. Sektor ini dinilai relatif cepat menghasilkan devisa dibandingkan industri berat yang membutuhkan waktu dan modal besar.
Meski demikian, keberlanjutan tren positif ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi kesepakatan dengan SDF. Setiap eskalasi baru dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan yang mulai tumbuh.
Dengan capaian jutaan wisatawan dan lonjakan signifikan sejak akhir 2024, pemerintah Suriah kini melihat pariwisata sebagai simbol kembalinya stabilitas nasional. Kesepakatan dengan SDF pun ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya membangun Suriah yang lebih aman, terbuka, dan menarik bagi dunia.
No comments:
Post a Comment